Tab Laman

Rabu, 16 Maret 2016

Jawaban Apa..??



luput mata jua telinga
sayu-sayu angin membisik
tak tau syarat kayu diguna
tak jadi harta menjadi usik.

Berhari-hari tangan munajat,
tak pula sapa  turun sang hajat,
Sandar dermaga membawa tuan,
namun alamat tidak pada tujuan.

Apalah nasib berkelakar,
membawa elang dalam sangkar.
Sayapnya kian patah mata kian rabun.
tak bersiul tak pula berpantun.

Kita mendapati kebanyakan orang yang bermunajat kemudian tidak kunjung pula doa terijabah, tahan kantuk mata terjaga mengayun dan berbisik doa di gelapnya malam, hingga asa terputus dari jiwa. Lepas rasa harapnya. Padahal belum pula ia sampai di puncak usaha. Berkeras-keras mencari ikhtiar. Namun berburu-buru lisannya mengucap, " Tuhanku tidak memberi apa yang diminta hambanya." Seolah sia-sia ia meminta. Hingga akhirnya hilang ia dari sujud di malam-malam dingin, bermalas menemui hari, dan berburuk duga pada Sang Kuasa.

Sebab tidak terkabulnya doa dan pinta sangat banyak. Namun sangat boleh jadi, salah satunya adalah karena kita tidak punya jawaban jelas jika doa tersebut di kabulkan. Karena ketahuilah pinta-pinta yang di ijabah juga akan diminta  tanggung perjawabannya. Untuk apa digunakan, kemana diberi, bagaimana dimanfaatkan. Semua tanya itu adalah alasan mutlak apakah Sang Kuasa berkenan menjawab doa-doa kita.

Ketika bermunajat untuk mendapat pasangan yang soleh-soleha, maka jawaban apa yang kelak yang siapkan agar Sang Pemberi mau memberikan pasangan itu kepada kita. Mau digunakan untuk apa pasangan tersebut?? kemana arah hidup yang sudah disiapkan ?? Jangan-jangan kita hanya berada di depan ego atas keingingan semata. Ingin menikah. Melawan ejekan para Jomblo.

Ketika bermunajat untuk punya anak, maka jawaban apa yang sudah kita siapkan atas pertanyaan, bagaimana engkau mengasuhnya? akan dijadikan  apa jika anak kelak di beri ?? engaku didik dan arahkan pada jalan seperti apa ??. 
Ketika bermunajat untuk memiliki rumah, maka jawaban apa yang sudah disiapkan. Digunakan untuk apa rumah yang telah Allah beri ?? Siapakah orang-orang yang akan kau naungi dalam rumah itu??
Ketika bermunajat memiliki mobil, maka apa jawaban kita jika ditanya, kau bawa kemana mobil itu jika telah diberi? digunakan untuk apa pula mobil tersebut?

Semua tanya akan menjadi penentu apakah kita layak mendapatkan apa yang kita pinta.
Jika menjawabnya saja kita tak layak apatah lagi menerima menggunakan pemberianNya.

Sungguh diri kita perlu kita siapkan dengan sematang-matang iman dan  sebaik-baik perbuatan agar kelak siap menjawab dengan warna keimanan bukan pada hasrat dan nafsu keduniaan yang menggebu.

Maka Jawaban apa yang sudah kau Siapkan??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar