Ketika tiba rasa ingin istirahat dr lelahnya dakwah.. maka hal itu adalah pintu utama menuju tingkatan kefuturan berikutnya. Maka akan mengikuti olehnya kemalasan, kemudian, hatinya merasa bahwa dakwah itu tak lg penting, kemudian pikirannya mengatakan bahwa masih byk org soleh yg lebih baik amalnya utk mngurusi dakwah ini dibanding diri saya, kemudian ia melihat kegiatan dakwah seolah2 pekerjaan yg amat berat, kemudian sedikit demisedikit ia habiskan waktu utk tidur dan bersenda ria dalam hinanya kehidupan dunia.. hingga kelak ia tak sadar sudah didalam jurang kehinaan memandang jauh keatas akan sulitnya mendaki pijakan ketaqwaan kembali.
Sabtu, 27 Februari 2016
Kamis, 25 Februari 2016
Langganan:
Komentar (Atom)

