Tab Laman

Rabu, 09 Maret 2016

Bulir Kesadaran


Pernahkan kita terkesima  tentang seorang insan bernama bayi ??

Saya mengawali tuisan ini dengan kalimah Alhamdulillahirabbil’alamin. Segala puja puji hanya teruntuk Allah Tuhan pencipta Semesta Alam. Saya mengawali dengan perasaan tertakjub atas ciptaanya bernama bayi. Manusia dengan usia belia. Lemah namun luar biasa.


Sesiapakah yang tidak heran terhadap bayi, saat dalam perut kandungan ia dapat makan walau tidak menyuap nasi kepada mulutnya sendiri. Luar biasanya lagi ia tidak buang air besar ataupun buang air kecil. Ia dapat bernapas dalam ruang perut ibunya yang sempit.

Jika dilihat lebih dalam lagi, maka betapa luar biasanya Allah menciptahakn tahapan bayi mulai dari janin hingga terbentuk bayi secara utuh. Tahapan-tahaan tersebut tidaklah terjadi secra spontan atau alamiah belaka, namun sangat terukur waktu dan bentuknya. Tidak lah mungkin sang bayi dengan usia 1 bulan kandungan memiliki berat 3 kg seperti bayi pada usia 9 bulan. Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena Allah yang mengaturnya agar sang ibu dapat membawa beban berat bayi yang semakin bertambah dan bertambah, tidak langsung besar sekaligus.

Kita tertakjub karena bayi tidak kuasa atau tidak memiliki program yang diatur oleh diriya sendiri atas tahapan perkembangan dan waktu yang tepat tersebut. Tetapi Allah lah yang menciptakan program tahapan itu kepada sang bayi dan Dia lah yang mengatur waktu yang tepat terhadap masing-masing tahapan.

Kemudian setelah bayi itu  lahir kedunia, dengan kuasa Allah bayi itu bernafas dengan paru-parunya sendiri, menggunakan bahasa tangisan untuk berkomunikasi, dan sangat peka dengan perasaan orang-orang disekitarnya.

Kita tertakjub kembali saat tahapan tahapan kehidupan sang bayi di mulai. Bayi hanya mengkonsusmsi air ASI dari ibunya selama 6 bulan (lanjut MPASI selama 2 tahun), diusia 6 bulan ia telah dapat makan-makanan yang lebih bertekstur, diusia 1 tahun ia mampu mengunyah banyak makanan keras. Dan begitu seterusnya. Gigi-gigi bayi tumbuh tepat pada waktu ia siap makan padahal sang bayi tidak menseting dirinya untuk menumbuhkan gigi. Usus-ususnya pun disiapkan tepat pada waktunya kapan makanan berat bias di cerna dalam perutnya. Sungguh luar biasa.

Diusia yang telah Allah programkan ia dapat merangkak, meniti dan berjalan. Andai saja urutan-urutan itu tidak benar pasti terjadi kelainan pada sang bayi. Dan yang maha mengetahui urutan dan tahapan itu adalah yang Maha Menciptakan. Sehingga programnya pasti tepat, dan tentu pasti benar.


Dan masih banyak sekali detail-detail mengagumkan dalam penciptaan manusia ini hingga jika ditulis satu persatu akan sangat panjang dan panjang. Yang terpenting adalah kesadaran kita sebagai makhluk Allah  yang Maha Kuasa. Bahwa semua itu telah Dia atur dengan akurat dan tepat. Sehingga saat kita melihat bayi, melihat ciptaan Allah ini, sungguh yang tergambar adalah ayat-ayat kauniyah yang teramat berharga dan menganggumkan. Hati makin terpancar keiman dan ketakjuban. Makin tunduk dan makin taat bertaqwa.

2 komentar: