Kalimat sangat menyengat perasaan pemimpin yang melampaui batas
dari kalangan orang-orang kafir Quraiys. Mereka berdatangan kepadanya dari
segala penjuru dan langsung memukulinya beramai-ramai, hinga hampir saja Abu
Dzar tak sadarkan diri dan tubuhnya bermandikan darah. Rasul pun datang
kepadanya,sedang tubuhnya penuh dengan darah, karena luka pukulan mereka dan
keadaannya seakan-akan mengatakan :
"Jika memang menyenangkan hatimu apa yang telah dilakukan
oleh orang yang dengki kepada kami, maka luka ini tidak lah terasa sakit , jika
engkau merasa ridha kepadaku".
Rasul Shallahu alaihi wa sallam tersenyum dan bersabda : "Aku
tidak memerintahkan ini kepadamu".
Apa artinya pembelaan seperti ini? Apa artinya pengobanan seperti
ini?
Selanjutnya, Nabi Shallahu alaihi wa sallam bersabda :
"Sekarang pulanglah ke kampung kaummu. Sampai bersua nanti!
Abu Dzar ra pulang dan menebarkan hidayah kepada kaumnya, karena
sesungguhnya seorang muslim pada hari dia masuk Islam, tujaun agar dengan Dia
memberi petunjuk kepada banyak orang, karena manusia sangat membutuhkan seruan
dakwahnya.
"Engkau adalah perbendaharaan mutiara, dan pertama dalam
kemelut dunia, meskipun mereka tidak mengenalmu. Engkau adalah dambaan semua
generasi, mereka merindukan seruanmu yang tinggi, meskipun tidak
mendengarmu".
Abu Dzar bangkit dan mengumpulkan semua kabilahnya di padang
sahara, lalu berkata kepada mereka : "Darahku haram bagi darahmu, tubuhku
haram bagi tubuhmu, dan harta haram bagi hartamu, sebelum kamu beriman kepada
Allah", tegas Abu Dzar. Selanjutnya, Abu Dzar menerankgan agama Islam, seperti
yang didengarnya dari Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam.
Belum lagi ia tidur pada malam itu telah beriman sebanyak 70
keluarga berikut dengan kaum wanita, kaum pria, dan anak-anak mereka.
Selanjutnya, Abu Dzar menghadap ke rah sebuah pohon yang ada di sana dan dia
mulai bermeditasi, karena sesungguhnya dia belum mengetahui shalat dan memang
shalat waktu itu belum difardhukan.
Ketika Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam berhijrah ke Madinah,
tiba-tiba datang Abu Dzar di barisan paling depan dari kaummnya yang telah
beriman. Para shahabat pun keluar. Mereka mengira bahwa di sana ada pasukan
musuh yang datang dengan maksud menyerang kota Madinah.
Nabi Shallahu alaihi wa sallam keluar pula bersama dengan para
shahabatnya dan ternyata yang datang adalah Abu Dzar, seorang lelaki yang hidup
atas dasar kalimah "laa ilaaha illalloh", dan bersujud kepada Tuhan
yang telah menurunkan kalimah "laa ilaaha illalloh", sed ang
dibelakangnya adalah para muridnya yang telah berhasil diislamkannya.
Setelah melihat kedatangan peringatan dini yagn membawa berita
gembira alias Abu Dzar ra ini, Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam, tersenyum
:
"Tiada seorang pun yang bernaung di kolong langit dan
bercokol diatas hamparan bumi ini lebh jujur ucapannya, selain Abu Dzar",
ujar Rasul Shallahu alaihi wa sallam.
Jadi, penyebab yang paling besar bagi seorang hamba untuk meraih
hidayah ialah bila mempunyai keinginan yang keras untuk mendapatkannya
sebagaimana yang disebutkan dlam firman-Nya :
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan)
Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepad mereka jalan-jalan Kami.
Sesungguhnya Allah benar-benar berserta orang-orang yang berbuat baik".
(QS : al-Ankabut : 69).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar